mul

batik

KARANGTALUN———Darah seni mengalir turun temurun dari ayahnya Sastromiharjo (Alm) itulah MULYONO namanya, pria kelahiran Purbalingga, 1970 ayah dari empat orang anak ini , hingga kini masih produktif membuat wayang kulit yang menjadi keahliannya sejak kecil. Meski kondisi sekarang pesanan untuk wayang kulit menurun , namun tak menyurutkan semangatnya untuk terus tetap berkarya. Wayang hasil karyanya bila dilihat lebih dekat ada banyak warna dan ornamen yang rumit pada setiap karakter wayang, hal itu hanya bisa dilakukan oleh pembuatnya yang punya keahlian seperti Mulyono.

Saat ini ia sedang membuat karya seni kolaborasi antara batik dengan wayang, kendati pola yang rumit, namun tak dibuat sketsanya terlebih dulu oleh Mulyono, seorang perajin wayang kulit asal Desa Karangtalun RT.01 / 06, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga tersebut. Kemampuannya membuat wayang kulit pun tak ia dapatkan dari bangku sekolah seni rupa melainkan diturunkan dari keluarganya.

Menurutnya, hasil karya membuat wayang sudah banyak yang ia buat sesuai dengan pesanan seperti dari daerah Yogyakarta dan Pekalongan, ini adalah juga sebagai bentuk cara untuk tetap melestarikan budaya kita dan sampai saat inipun saya masih menerima pesanan seperti : wayang dengan berbagai jenis,souvenir, gunungan 3 m dan juga batik kolaborasi dengan wayang (cerita ramayana). (Editor/Admin : Sobirin)