poktan-3

KARANGTALUN————- Agar tertib dan tepat sasaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mencanangkan Program pembuatan Kartu Tani. Sebagai tindak lanjut Sosialisasi Kartu Tani di Balai Desa Karangtalun pada tanggal 25 Maret 2017, Kelompok Tani (POKTAN) Ngudi Rahayu Dusun Karangklesem Desa Karangtalun Kecamatan Bobotsari Kabupaten Purbalingga mengadakan Sosialisasi Kartu Tani pada sabtu, 1 April 2017 jam. 20.00 WIB  bertempat di rumah Ketua Poktan Bapak Sapari, yang dihadiri oleh Petugas PPL dari Kecamatan Bobotsari, Kepala Desa dan Perangkat serta para petani yang tergabung dalam Poktan.

Pertemuan malam hari ini adalah merupakan yang pertama bagi Kelompok Tani  ‘’ Ngudi Rahayu ‘’ setelah diadakan refresing pengurus pada minggu, 19 maret 2017.
Saat ini, pemberdayaan kelompok  tani, sudah sepantasnya menjadi prioritas. Khususnya, diawali dengan ”menghidupkan pertemuan rutin” secara produktif,yang direncanakan ada pertemuan setiap hari minggu pahing, sehingga informasi dibidang pertanian akan cepat sampai ke petani , demikian ungkap Bapak Sapari selaku Ketua Kelompok Tani Ngudi Rahayu yang baru.

Pembelian pupuk bersubsidi di Desa Karangtalun, rencana mulai tahun 2018 harus mengggunakan kartu tani. Kartu Tani ini nantinya berfungsi untuk penebusan pupuk bersubsidi, adapun syarat untuk membuat kartu tani adalah : foto copy ktp dan foto copy Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) dengan sasaran petani pemilik dan penggarap. Hal ini  disampaikan oleh Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kecamatan Bobotsari  Toni Dwi Sasongko dalam rangka sosialisasi pembuatan kartu tani bertempat di Kelompok Tani Ngudi Rahayu.

Kartu Tani itu berupa kartu debit, hasil kerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia. Kartu ini untuk membeli pupuk bersubsidi, serta berfungsi sebagai tabungan para petani. Kartu Tani untuk mendata berapa jumlah petani, sekaligus mengumpulkan data agar persebaran pupuk bisa tepat sasaran. Dia mengatakan untuk pembuatan kartu tani di Kabupaten Purbalingga merupakan gelombang ke 3 yang terdiri dari 13 Kabupaten di Jawa Tengah, dari 13 Kabupaten  nantinya akan di buatkan kartu tani terutama para pemilik lahan pertanian agar dapat membeli pupuk bersubsidi karena sudah mempunyai kartu tani.

Menurut Bapak Toni Dwi Sasongko karena ini merupakan program maka pada malam ini diadakan sosialisasi agar  para anggota kelompok tani (poktan) paham akan persyaratan dan alur agar tidak ada petani yang tidak mempunyai kartu tani nantinya.
Terkait kegiatan validasi yang akan dilakukan, penyuluh sudah mulai melakukan langkah-langkah, yang meliputi identifikasi luas lahan milik petani, penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) terhadap pupuk bersubsidi, entri data yang berbasis kartu tani. Setelah dilakukan validasi, akan dibuat kartu tani oleh Bank BRI.     (Editor / Admin : Sobirin)